"Jangan asal ngomong, mereka semua cuma teman!" ujar Ryan singkat.Kenny menepuk bahunya sambil tertawa. "Ryan, ikut aku ketemu Kak Angie, ya?""Aku nggak mau!""Anggap saja bantu aku kali ini," bujuk Kenny. "Kalau aku nggak berhasil bawa kamu, aku bisa celaka!""Kamu sampai segitu takutnya sama dia?""Aku takut sama Daffa!" jawab Kenny. "Dia punya banyak anak buah, semuanya bukan orang biasa. Kalau dia mau bikin masalah di salah satu bar-ku, bisa-bisa semua tempat usahaku tutup.""Ryan, tolong temani aku sekali ini saja, ya?"Ryan benar-benar kehabisan kata-kata. Awalnya dia hanya ingin memasak untuk Lucya malam ini demi menunjukkan tekadnya. Kini dia malah harus keluar malam ini. Namun, Kenny sudah sampai memohon begitu. Kalau dia menolak, rasanya terlalu tidak sopan."Baiklah. Tunggu sebentar, aku ganti baju dulu," kata Ryan.Setelah berganti pakaian, Kenny menyalakan mobil dan membawa Ryan menuju tempat pertemuan dengan Angie.Vila Eastside. Sebuah rumah mewah berdiri megah di kawa
続きを読む