Salwa tertegun. "Della, kamu bercanda, 'kan?"Sambil berbicara, Salwa mengamati Della dengan saksama, berusaha menangkap sedikit informasi dari raut wajahnya.Namun, wajah Della setenang air dan tanpa riak sedikit pun. "Kak Salwa, aku serius. Aku berharap Oriental Farma yang menjadi juara!"Salwa berkata dengan bingung, "EPS Group itu kandidat kuat juara. Kalau menang, harga sahamnya pasti naik banyak, 'kan? Della, kamu pengusaha yang cerdas, kenapa mau melakukan bisnis yang merugi?""Kalau Oriental Farma yang juara, bagiku secara pribadi justru untung besar!""Kok bisa?"Della mengembuskan asap rokok perlahan, lalu berkata, "Tim riset EPS Group kali ini dipimpin oleh direktur divisi litbang, namanya Ryan ...."Begitu mendengar nama itu, Salwa refleks bergetar. Dia sendiri tidak tahu kenapa bisa begitu, hanya saja secara naluriah hatinya menegang.Della melanjutkan, "Ryan ini memang muda, sangat cakap dan pintar. Tapi arah pemikirannya bertolak belakang dengan rencanaku. Aku mendukung
続きを読む