"Bagaimanapun juga, kamu sudah menyinggung Kak Hanum!" seru Tiana selaku asisten dengan marah. "Kamu tahu Kak Hanum itu siapa?""Tiana!" Hanum memberi isyarat agar asistennya tidak berbicara lagi.Tiana menggertakkan gigi, lalu bertanya, "Kak Hanum, jadi sekarang gimana?""Laporkan ke polisi," jawab Hanum. "Tahan secara pidana penjahat ini!""Eh, eh, eh!" Ryan buru-buru berkata, "Aku 'kan nggak melakukan apa-apa pada kalian! Kenapa harus menahanku?""Masih bilang nggak melakukan apa-apa?" Tiana melangkah maju. "Memangnya kamu mau melakukan apa lagi? Kak Hanum itu siapa, tahu nggak? Kamu langsung menelanjanginya begitu saja, kamu ....""Tiana!" Wajah dan leher Hanum memerah. "Jangan buang waktu dengannya, langsung lapor polisi saja!""Baik." Tiana mulai mencari ponsel.Hati Ryan cemas. Malam ini dia masih harus pergi menemui Xamira. Kalau benar-benar dilaporkan ke polisi, pasti akan mengganggu urusannya.Lagi pula, dirinya saat ini masih dalam masa penangguhan penahanan karena diduga me
Baca selengkapnya