"Buset!" Sebuah seruan kaget terdengar. Codet yang menguping di balik pintu langsung terpental, menghantam dinding di ujung koridor.Ryan bertanya, "Septian yang suruh kamu nguping ya?"Hanum membentak dengan marah, "Septian itu memang nggak berubah ya! Oke, aku telepon dia sekarang!""Jangan, Kak, jangan telepon!" Codet buru-buru berkata, "Aku sendiri yang mau nguping, salahku! Aku turun sekarang juga, nggak bakal ganggu lagi!"Kalau Hanum menelepon dan memarahi Septian, pasti semua kemarahannya akan dilimpahkan ke dia.Sekarang Septian sangat emosional, Codet jelas tidak berani mencari masalah. Lebih baik dia pura-pura bodoh, nanti tinggal bilang tidak terjadi apa-apa, biar semua aman."Pergi!" bentak Hanum."Ya, ya!" Codet langsung turun dengan terburu-buru.Ryan kembali ke dalam kamar, menutup pintu, lalu bertanya, "Tadi kamu mau bilang apa?"Hanum berkata, "Alasan aku cerai dengan Septian bukan karena dia nggak percaya sama aku. Itu cuma alasan.""Terus, sebenarnya karena apa?" ta
Read more