Tiga hari berlalu sejak kejadian di taman kampus.Hujan sudah berhenti, tapi hati Lia belum benar-benar kering. Setiap kali ia mengingat wajah Raka dan Arka yang sama-sama terluka hari itu, dadanya terasa sesak.Di kamar kos yang kini terasa lebih sunyi, Lia menatap cangkir teh yang sudah dingin. Dina, teman sekamarnya, sedang pulang ke rumah, jadi malam itu hanya ada ia dan suara jam dinding yang berdetak pelan."Kenapa aku terus merasa bersalah, padahal aku cuma ingin semuanya tenang?" batinnya lirih.Ia menatap kertas ujian terakhir yang sudah dikembalikan dosen sore tadi. Nilainya cukup baik—lebih dari yang ia perkirakan, mengingat betapa kacau pikirannya belakangan ini. Namun, rasa bangga itu tak mampu menghapus beban di dadanya.Sore di Taman KampusBeberapa hari kemudian, Lia memutuskan untuk tetap datang ke kampus, meski tidak ada jadwal kuliah. Ia butuh udara segar, butuh tempat untuk berpikir tanpa rasa dikejar waktu.Ia duduk di bangku taman belakang, tempat biasa ia dan Ar
Last Updated : 2025-10-11 Read more