Flashback On. Langit di atas puncak itu tidak sepenuhnya malam, namun juga tak bisa disebut siang. Tidak ada matahari, tidak pula bintang. Hanya bentangan luas kelabu keperakan, di mana awan berlapis cahaya pucat menggantung rendah, berputar perlahan—seolah mengikuti napas makhluk kuno yang bersemayam di sana.Udara terasa berat. Bukan karena tekanan, melainkan usia. Seakan tempat itu telah menyaksikan terlalu banyak perjanjian, terlalu banyak sumpah, dan terlalu banyak pengkhianatan.Anora berdiri di tengah lingkaran batu kuno, langkahnya mantap meski setiap makhluk rasional pasti sudah memilih mundur sejak awal.Di hadapannya—Siluman Naga.Tubuhnya raksasa, menjulang dengan keanggunan yang menakutkan. Sisik putih-peraknya berlapis cahaya yang tidak pernah benar-benar padam, seolah setiap sisik menyimpan pantulan langit purba. Saat dia bergerak sedikit saja, cahaya itu bergeser, hidup, seperti permukaan danau yang disentuh angin.Matanya—emas tua, dalam, dan penuh penilaian—menatap
Última actualización : 2026-01-09 Leer más