Di tengah kota, pagi berdenyut lebih cepat. Klakson bersahutan, lampu lalu lintas berganti warna dengan ritme yang teratur, dan deretan gedung memantulkan cahaya matahari yang baru naik. Bus berhenti dan melaju, penjual kaki lima menata dagangan, dan pejalan kaki bergerak dalam alur masing-masing.Meski riuh, ada keteraturan di dalamnya, sebuah kesibukan yang menandai awal hari, saat kota dan sekolah sama-sama terbangun, siap menjalani cerita mereka sendiri.Di sekolah kembali ramai seperti biasanya.Alaric datang lebih awal seperti biasa. Dia berdiri di dekat jendela koridor lantai dua, tangan dimasukkan ke saku jaket, tatapannya kosong menatap halaman sekolah. Beberapa siswa melirik—sebagian berbisik—tentang kejadian sore kemarin.Langkah kaki ringan terdengar mendekat."Pagi." Suara Selvara lembut, nyaris seperti sapaan kebetulan. Dia berhenti di sisi Alaric, cukup dekat jika di lihat dari jarak jauh."Kau baik-baik saja?" tanyanya, seolah tulus. "Aku ingin membantumu, tapi kau sud
Última actualización : 2025-12-21 Leer más