แชร์

Bab 393

ผู้เขียน: Kael_99
Tepat saat dua pengawal Nareen hendak menutup pintu, sebuah tangan menahan pintu dari luar.

Salah satu pengawal itu sedikit mengernyit. Dia membuka pintu, lalu bertanya, "Cari siapa?"

Orang di luar tidak menjawab. Dia langsung mencengkeram leher pengawal itu, sementara tangan satunya mencekik leher rekannya. Kemudian, dia membenturkan kepala mereka berdua dengan keras.

Buk! Suara benturan tumpul terdengar. Keduanya memutar bola mata, tak sempat bersuara, dan langsung pingsan.

Bradford mencengkeram leher kedua orang itu dan menyeret mereka masuk ke halaman. Dia melempar mereka begitu saja ke sudut tembok, lalu mengunci pintu gerbang dan menoleh ke arah rumah.

Saat itu, Yahya dan Nareen sudah masuk ke rumah dan menutup pintu dari dalam.

Divya mendongak melihat mereka, lalu berteriak ketakutan, "Yahya, kamu mau apa? Turunkan Hasna!"

Yahya menatapnya sambil mencibir. "Divya, ini Pak Nareen. Dia suka perempuan seusiamu, jadi aku bawa dia ke sini biar kenalan sama kamu."

Melihat ekspresi mes
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 402

    "Divya, cepat masuk. Ini temanmu? Ayo, cepat, masuk sama-sama!"Saat ini, Liana yang masih kesal, sama sekali tidak tertarik pada Bramo maupun Baron. Dia malah menyambut Divya dan Bradford dengan penuh antusias."Nenek, ini teman baru yang baru aku kenal, namanya Bradford. Dia seorang dokter. Kelihatannya memang masih muda, tapi kemampuannya benar-benar pantas disebut dokter sakti. Aku kepikiran untuk memintanya memeriksa Kakek Bernard."Sambil berbicara, Divya menyapa Liana dan menarik Bradford berjalan ke tengah halaman.Meski Divya sendiri masih menyimpan keraguan apakah Bradford benar-benar bisa mengobati Alzheimer, di depan orang lain dia tetap memilih meninggikan kemampuan Bradford.Lagi pula, memberi harapan kepada pasien dan keluarga pasien pengidap Alzheimer juga sangat penting. Setidaknya itu bisa sedikit mengurangi tekanan batin mereka.Tak seorang pun di halaman menyadari bahwa Baron, yang tadinya terlihat santai, seketika menunjukkan kilatan kekesalan di wajahnya setelah m

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 401

    Dibandingkan dengan Bernard yang tampak bungkuk, Bramo jelas jauh lebih kekar. Tingginya sekitar 185 sentimeter, berat badannya setidaknya di atas 100 kilogram. Wajahnya yang gelap memperlihatkan raut gembira yang sulit disembunyikan.Hari ini Bramo datang dengan tergesa-gesa, tujuannya tak lain adalah membawa Baron untuk memeriksa penyakit ayahnya.Sejak Bernard didiagnosis menderita Alzheimer, Bramo sudah mencari informasi ke mana-mana. Pada akhirnya, semua orang mengatakan bahwa Baron, dokter spesialis kejiwaan di Rumah Sakit Teguh, adalah yang paling berwibawa dan paling andal.Sebagai seorang anak, Bramo tentu ingin mencarikan dokter terbaik untuk ayahnya yang sakit. Saat itu, dia langsung berusaha menghubungi Baron.Namun, sebagai otoritas psikiatri yang diakui di Darmo, bukan perkara mudah bagi Bramo untuk meminta Baron memeriksa ayahnya. Keluarga Taniwan memang punya uang. Meski tidak berlebihan, tetap saja cukup untuk sekadar mengurus sana-sini. Masalah utamanya adalah relasi.

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 400

    Menurut Divya, sebagai seorang tamu, kalau Bradford sampai memasak sekaligus mencuci piring, justru akan membuat dirinya terlihat sangat tidak tahu sopan santun.Bradford yang merasa tak berdaya hanya bisa menggeleng. Padahal menurutnya, kalau dia mencuci piring, Divya bisa bersiap dan berdandan sehingga bisa menghemat cukup banyak waktu.Sebelumnya, Bradford sering menemani Elaine jalan-jalan. Setiap kali keluar rumah, paling tidak harus menghabiskan waktu sejam lebih. Katanya, itu memang penyakit bawaan kaum perempuan.Namun, Divya tidak membuat Bradford menunggu terlalu lama. Setelah cepat-cepat mencuci piring, dia hanya mengikat rambutnya secara sederhana, lalu mengajak mereka berdua berangkat.Mungkin karena profesinya sebagai guru, ditambah lagi ini hanya berkunjung ke rumah tetangga lama, Divya tidak terlalu berdandan. Namun entah kenapa, hal itu sama sekali tidak mengurangi pesona yang terpancar dari dirinya sebagai seorang wanita dewasa.Hanya menempuh jarak kurang dari sepulu

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 399

    Ruang tamu kecil itu langsung hening karena ucapan Hasna. Divya yang masih menggigit setengah donat yogurt hampir saja menjatuhkannya ke atas meja.Saat berbicara, Hasna mengangguk-angguk dengan sungguh-sungguh. Punggung kecilnya ditegakkan lurus, seolah-olah dengan begitu keputusan itu bisa langsung disahkan."Dasar bocah nakal, jangan asal bicara! Bradford, jangan dimasukkan ke hati ya, aduh!"Divya yang akhirnya tersadar, buru-buru menegur. Namun, justru karena berbicara, yogurt di mulutnya langsung mengalir ke sudut bibir dan membasahi kerah bajunya, membuatnya panik dan kelabakan.Untuk sesaat, Divya bahkan tidak tahu apakah harus menutup mulut Hasna terlebih dahulu atau membersihkan bajunya."Nggak apa-apa, Kak Divya. Namanya juga ucapan anak kecil. Kamu pergi bersih-bersih saja," ujar Bradford tepat waktu setelah melihat situasi canggung Divya.Sambil berbicara, Bradford mengalihkan pandangannya ke Hasna. Bocah yang membuat orang ingin tertawa sekaligus tak berdaya itu jelas bel

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 398

    Sekarang, Bradford akan segera bertemu dengan keluarga kakeknya. Sosok Raja Naga yang sekali mengentakkan kaki saja bisa mengguncang seluruh Negara Serica ini, untuk pertama kalinya justru merasakan sedikit kegentaran di hati.Sebelum datang ke sini, Bradford sudah memikirkannya matang-matang. Jika Bernard benar-benar memutuskan hubungan dengan ibunya, mungkin dia hanya akan melihat sekilas lalu pergi. Namun, kenyataannya jelas tidak demikian. Setidaknya Bernard dan Liana bukanlah orang seperti itu.Dari kondisi Bernard saat ditemuinya siang hari tadi, Bradford sudah bisa menilai bahwa kakeknya ini jelas tipe orang yang bermulut tajam tetapi berhati lembut.Penyakit Alzheimer adalah penyakit yang sangat khas. Dari ingatan yang masih mampu diingat Bernard, setidaknya sebagian besar berhubungan dengan putrinya, Bella. Ini membuktikan bahwa orang yang paling dia khawatirkan di dalam hatinya adalah putri kesayangannya dan sama sekali tidak mungkin dia benar-benar ingin memutuskan hubungan.

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 397

    'Sama-sama laki-laki, kenapa perbedaannya bisa sejauh ini?' Divya yang samar-samar melihat wajah Bradford tak kuasa berpikir demikian.Meskipun Divya dan Bradford baru saling mengenal dalam waktu yang sangat singkat, kepekaan alami seorang perempuan membuatnya bisa merasakan dengan jelas bahwa Bradford tulus membantunya, tanpa niat buruk apa pun.Selain itu, Hasna juga sangat dekat dengan Bradford yang baru ditemuinya beberapa kali. Siapa pun yang melihatnya pasti akan merasa bahwa Bradford jauh lebih pantas disebut sebagai ayah kandung Hasna dibandingkan Yahya.Mungkin banyak orang mengira pikiran anak-anak itu polos dan mudah ditipu, tetapi justru karena itulah mereka bisa merasakan dengan jelas niat orang-orang di sekeliling mereka.'Andai saja aku nikah beberapa tahun lebih lambat atau menemukan pria yang seperti Bradford, bahkan sepertiga mirip pun sudah cukup ... betapa bagusnya itu .... Hais, apa yang kupikirkan?' Tanpa sadar, Divya menempatkan Bradford ke dalam khayalannya.Seb

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status