Sekar tidak bisa membayangkan, kalau sampai Bradford benar-benar mati di hotel pinggiran selatan itu, bagaimana dirinya harus menghadapi kabar duka seperti itu."Nenek, aku berdiri dengan baik di depan Nenek lho! Sudah, jangan nangis lagi. Kalau nangis terus, nanti jadi jelek." Bradford tersenyum sambil bercanda. Sambil berbicara, dia juga membantu mengusap air mata Sekar."Haha!" Sekar langsung terhibur oleh ucapan Bradford. "Sudahlah, yang penting kamu nggak apa-apa. Kalian ngobrol saja, Nenek kembali ke dapur."Sekar menepuk lengan Bradford, lalu berbalik masuk ke rumah. Ucapan Sekar itu jelas ditujukan untuk Bradford dan Elaine. Saat berjalan kembali, wanita tua itu tak bisa menahan diri untuk menghela napas panjang."Paman! Bibi!" Setelah Sekar pergi, Bradford mulai menyapa satu per satu anggota Keluarga Wiratama.Jauhar juga sangat senang melihat Bradford. Dia berkata, "Akhirnya kamu datang."Sama seperti Sekar, setelah berbasa-basi sebentar, Jauhar pun sengaja memberi waktu untu
Read more