"Pak Morris, Pak Wirandy!""Pak Morris, Pak Wirandy!"Meski masih dari kejauhan, rekan-rekan Jauhar tetap berdiri dan lebih dulu menyapa dengan hormat.Morris dan Wirandy tersenyum sambil melambaikan tangan kepada semua orang, tetapi mata mereka jelas sedang mencari sosok Bradford. Begitu melihat Bradford yang duduk di sebelah Sekar, senyum di wajah Morris dan Wirandy makin lebar.Saat mereka mendekat, seluruh Keluarga Wiratama langsung berdiri dengan canggung.Bradford sendiri sebenarnya merasa biasa saja, tetapi akhirnya tetap menyesuaikan diri dengan semua orang dan ikut berdiri.Sebagai tuan rumah, Jauhar tentu mengambil peran memperkenalkan kedua belah pihak. Menghadapi tokoh besar seperti Morris dan Wirandy, ketegangan di wajah Sekar dan Ferona terlihat jelas."Haha, nggak perlu seperti ini, silakan duduk, duduk semua. Kami berdua datang tanpa diundang ke pesta kenaikan jabatan Pak Jauhar, memang agak lancang. Bibi sehat-sehat saja, 'kan?"Setelah mendengar perkenalan Jauhar, Mor
続きを読む