"Ayah, aku nggak mau!" seru Jane sambil menangis, memotong ucapan Caksa yang belum selesai.Dari seberang telepon, terdengar suara Wenny yang terisak-isak. "Sayang, pernikahan Jane itu hal besar, kita harus pikirkan baik-baik. Memang Keluarga Permana penting, tapi Jane juga anakmu, dia juga penting."Caksa terdiam selama beberapa detik.Suara Wenny semakin jelas, terdengar penuh tangisan. "Scarlett, aku akui dulu aku kurang memperhatikanmu, tapi bagaimanapun juga Jane itu adikmu. Tolong bantu dia kali ini ya?""Tolong minta bantuan Edric, biar dia bantu Keluarga Permana melewati masa sulit ini. Nanti seluruh keluarga pasti berterima kasih padamu."Scarlett bisa mendengar ketulusan dalam suara Wenny kali ini. Wanita itu benar-benar panik karena Jane. Namun, di saat yang sama, Scarlett juga bisa merasakan sesuatu yang janggal di balik semua ini."Untuk urusan ini ... aku takut Keluarga Lutarsa juga nggak bisa bantu," ucap Scarlett dengan pasti.Caksa selalu memanjakan Jane. Kalau Keluarg
อ่านเพิ่มเติม