Kata-katanya memang benar. Scarlett juga tahu bahwa mereka memang harus menyingkirkan urusan pribadi dan mencari cara untuk keluar dari tempat ini. Namun, dia tetap merasa tidak rela.Dia tidak menanggapi, malah balik bertanya, "Vivian, yang mati bukan anak kamu. Makanya kamu bisa bicara semudah itu. Kalau dulu posisinya dibalik, kalau karena rebutan laki-laki aku yang membuat anakmu meninggal, apa kamu bisa melepaskannya?"Mendengar pertanyaan itu, Vivian memalingkan pandangan dengan rasa bersalah. "Itu kecelakaan."Scarlett mengejek pelan, "Apakah itu kecelakaan atau bukan, kamu tahu sendiri. Barusan kamu bahkan ingin menyuruh orang menghancurkan reputasiku. Bukankah itu hanya supaya seluruh kejadian itu bisa lenyap tanpa jejak?"Mendengar itu, Vivian tidak lagi berusaha menutup-nutupinya. Dia berkata dengan tenang, "Tapi kamu juga harus tahu, Devan memang nggak suka kamu. Bahkan kalau anak itu masih hidup, itu hanya akan jadi awal dari penderitaannya.""Orang yang selalu dicintai De
Ler mais