Tangan Jay terulur menepuk lengan Fiore lembut. Pria itu tersenyum tulus pada Fiore. “Aku mau tau. Tapi kalau itu membuatmu enggak nyaman, aku enggak akan maksa.” Fiore melihat kesempatan. Di sampingnya, Jay terus menghibur dan menenangkan. Kalau bukan sekarang, ia tak akan berhasil. “Aku bukan anak keluarga Wijaya, Kak.” Fiore memulai kalimatnya. Jay terlihat terkejut, tapi berusaha tak menunjukkannya terlalu jelas. Namun, di balik meja cafe, Fiore bisa melihat sebelah tangan Jay yang bergerak gelisah. Pria itu pasti terkejut, tak menyangka. Bukan hanya Jay, Fiore pun sering berharap jika semua yang terjadi hanya mimpi. Hanya saja, semua terlalu nyata sampai ia tak bisa menyangkalnya lagi. “Aku enggak punya bakat, enggak punya keluarga, dan aku juga enggak punya … uang.”Dulu Fiore tak pernah mendewakan uang, tapi sekarang ia begitu memujanya. Ia sudah tahu betapa dunia begitu kejam untuk orang yang tak memiliki a
Última actualización : 2026-01-08 Leer más