Mobil berhenti di depan sebuah bangunan klasik dengan papan nama emas minimalis, L’Exquise. Begitu mereka masuk, seorang pria paruh baya dengan gaya nyentrik menyambut mereka dengan antusias. "Tuan Lancaster! Sebuah kehormatan besar!" seru pria itu, yang diketahui bernama Monsieur Pierre. Matanya beralih ke Amara dengan binar kagum. "Dan ini... sang pengantin wanita yang sesungguhnya? Aura Nyonya Lancaster benar-benar terpancar." Amara tersenyum canggung. "Terima kasih, Pak." "Panggil saya Pierre, Nyonya," koreksinya ramah. "Mari, silakan duduk. Tuan Darian, Nyonya Jasmine sudah mengirimkan beberapa referensi, tapi saya yakin Anda ingin melihat hasilnya langsung." Darian duduk di sofa beludru sambil menyilangkan kakinya. "Pierre, tunjukkan padaku gaun yang paling istimewa. Sesuatu yang anggun, tapi tetap menonjolkan lekuk tubuh istriku. Aku tidak ingin gaun yang terlalu tertutup." Amara mendelik ke arah suaminya. "Mas! Aku ingin yang sopan!" "Sopan di depan tamu, tapi
Last Updated : 2026-01-21 Read more