Keheningan yang damai menyelimuti kabin utama jet pribadi Lancaster Group. Di atas tempat tidur king size yang berantakan, Amara perlahan membuka matanya. Ia merasakan beban hangat di pinggangnya, lengan kokoh Darian yang masih melingkar protektif, seolah takut jika ia melepaskannya sedetik saja, istrinya akan menghilang. Amara mengerjap, mencoba mengumpulkan kesadarannya. Suara deru mesin pesawat yang tadinya menderu halus kini telah berganti menjadi kesunyian yang statis. Ia merasakan getaran pesawat sudah tidak ada lagi. "Mas... Mas Darian, bangun," bisik Amara sambil menepuk pelan punggung tangan suaminya yang urat-uratnya menonjol maskulin. Darian mengerang rendah, suara baritonnya yang khas bangun tidur terdengar sangat seksi di telinga Amara. Ia tidak langsung bangun, justru semakin membenamkan wajahnya di ceruk leher Amara, menghirup aroma sisa gairah dan parfum melati yang memabukkan. "Sebentar lagi, Sayang... aku masih ingin memelukmu," gumam Darian parau. "Sep
Last Updated : 2026-02-04 Read more