Ballroom itu seperti istana dalam dongeng. Ribuan bunga putih dan emas menghias setiap sudut. Lampu kristal besar bergantungan di langit-langit, berkilauan seperti bintang. Kursi-kursi tamu dilapisi kain putih dengan pita emas yang diikat sempurna. Dan di ujung lorong panjang yang dilapisi karpet merah, berdiri altar putih dengan lengkungan bunga yang indah. Clara berdiri di ambang pintu, menatap lorong panjang itu. Ratusan tamu sudah duduk di kursi mereka. Semuanya menoleh ke arahnya. Mata-mata yang penuh harapan. Senyum-senyum yang tulus. Mereka semua pikir ini pernikahan yang indah. Pernikahan yang penuh cinta. Tidak ada yang tahu kebenaran. Musik mulai mengalun. Lagu pernikahan klasik yang indah. Tanda untuk pengantin wanita mulai berjalan. Alex sudah berdiri di ujung altar, menunggu. Wajahnya tenang. Tampan dalam tuxedo hitamnya. Seperti pangeran yang menunggu putrinya. Tapi Clara tahu, dia bukan pangeran. Dan ini bukan dongeng. "Nona Clara," bisik wedding organizer di sam
Terakhir Diperbarui : 2025-10-25 Baca selengkapnya