Restoran malam ini berbeda dari yang sebelumnya. Lebih tradisional, dengan interior kayu gelap dan lampu-lampu temaram yang menciptakan suasana hangat. Tapi kehangatan itu tidak sampai ke hati Clara. Dadanya tetap dingin, beku oleh kecemasan yang terus menumpuk. Kakek Adam duduk di meja bundar dekat jendela yang menghadap taman kecil dengan kolam ikan koi. Dia mengenakan kemeja batik premium dan celana bahan, terlihat lebih santai dari biasanya. "Alex! Clara! Sini-sini!" Kakek Adam melambaikan tangan dengan antusias. Alex membimbing Clara dengan tangan di punggung bawahnya—sentuhan yang terlihat mesra dari luar tapi terasa dingin dan kaku bagi Clara. Mereka duduk bersebelahan, menghadap Kakek Adam. "Kakek pesan makanan Indonesia malam ini," kata Kakek Adam sambil membuka menu. "Aku kangen masakan rumahan. Kalian suka rendang? Sate? Gado-gado?" "Apa saja, Kakek," jawab Alex dengan senyum yang sopan. "Clara, kau suka makanan pedas?" tanya Kakek Adam sambil menatap Clara. Clara mem
Terakhir Diperbarui : 2025-11-06 Baca selengkapnya