Evara dan Ariana duduk menemani Safira sedang Adamis dan Sunny juga kembali ke tempat pesta. "Aku mau dawet, Eva." Kata Safira dengan nada merajuk. Evara berdiri. "Biar Aku ambilkan. Apalagi, Bu?" Tanya Evara. "Somay!" Pinta Safira lagi. Padahal ia masih meringis kesakitan. Evara langsung keluar untuk memenuhi permintaan Safira. Tukang urut datang tak lama kemudian dan mulai memeriksa Safira. Bik Minah meminta Safira melepaskan pakaiannya untuk memudahka pemeriksaannya. 'Gayanya kayak dokter aja. Mencet - mencet gitu!' sungut Safira dalam hati."Agak bergeser. Tahan ya, Bu?" Kata bik Minah selesai ia memeriksa pinggang dan panggul Safira. Safira tercengang. Apanya yang bergeser? Safira mengangguk tapi ia lalu menjerit kesakitan, "Awh! Pelan - pelan, dong?!"Bik Minah melepaskan tangannya. "Ini sudah pelan, Bu. Ibu harus tahan, kalau didiamkan ibu akan sulit berjalan nanti." Kata Bik Minah sabar. "Masa', sih? Jangan lebay, deh!" Protes Safira tidak percaya. Ariana membant
Last Updated : 2026-08-02 Read more