Malam itu, di kamar, Radja sibuk mengemasi perlengkapan bayi ke dalam tas. Gerakannya rapi, teratur—seolah semuanya sudah ia siapkan sejak lama. Besok, adalah hari di mana sang istri akan melahirkan buah hati mereka. Hari yang tak pernah Radja harapkan untuk tiba. Sementara di ruang keluarga, Djiwa duduk bersama ketiga anaknya. Suasana hangat. Namun diam-diam menyimpan perpisahan yang tak mereka sadari. “Nanti kalau adek udah lahir,” ucap Djiwa lembut, menatap satu per satu wajah anak-anaknya, “Kalian jangan nakal, ya. Jangan berantem, jangan saling menyalahkan.” Ketiganya mengangguk bersamaan. “Iya, Mom,” sahut mereka serempak. Djiwa tersenyum kecil. Tangannya terulur, mengusap kepala mereka bergantian. “Kalian saudara,” lanjutnya pelan. “Jadi harus saling jaga, saling sayang.” “Iya, Mommy,” ucap Ratu sambil memeluk lengan ibunya. “Sayangi adek kalian,” lanjut Djiwa, suaranya sedikit tertahan. “Ajarin dia hal-hal baik, seperti yang selama ini Daddy dan Mommy ajarkan ke kalian
Read more