“Kamu siapa?” tanya Radja dengan suara berat dan tegas. Tatapannya lurus tertuju pada pria muda di hadapannya, nyaris tanpa berkedip. Bagas menelan ludahnya susah payah. Ia sempat melirik wajah Radja, lalu tanpa sadar menoleh ke arah foto keluarga di dinding, sebelum akhirnya kembali menatap pria di hadapannya itu. “A-anda …?” gumamnya gugup. “Saya pemilik rumah ini,” jawab Radja singkat dan tegas. Bagas langsung menundukkan kepalanya. “Halo, Tuan. Saya Bagas, guru les anak kembar,” ujarnya sopan. “Senang bertemu dengan Anda.” Ia sedikit membungkuk. Radja masih menatapnya. Tatapannya menelusuri Bagas dari ujung kepala hingga kaki, seolah sedang menilai sosok pria muda itu. “Jadi kamu yang mengajar anak-anak saya,” gumam Radja pelan. Bagas segera mengangguk. “Iya, Tuan.” Pandangan Radja kemudian beralih ke ruang tengah. Dari tempatnya berdiri, ia bisa melihat ketiga anaknya duduk di meja belajar, tampak serius mengerjakan soal hingga tidak menyadari kehadirannya. Sudut bibi
Read more