Ratu menggeleng tegas. Meski dadanya mulai bergemuruh, sorot matanya tak sedikit pun kehilangan keberanian. “Saya tidak akan pernah percaya begitu saja dengan tuduhan Tante terhadap Mommy saya,” ucapnya mantap. “Tuduhan tanpa bukti tetaplah tuduhan. Bagi saya, itu hanya kebohongan.” Inggrit justru tersenyum tipis. Senyum yang sama sekali tak terasa hangat. “Bukti?” ulangnya pelan. “Untuk apa saya mencari bukti, sedangkan saya sendiri adalah korbannya?” Ratu mengernyit. “Ma-maksud Tante?” Inggrit menatapnya lurus, seolah sedang membuka luka yang selama puluhan tahun dipendam. “Sayalah perempuan yang menjadi korban ibumu.” Suara Ratu tercekat di tenggorokan. “Tante ....” “Ibumu merebut suami saya.” Ratu spontan menggeleng. “Tidak mungkin.” “Percaya atau tidak, itu kenyataannya.” Tatapan Inggrit semakin dingin. “Saya pernah menjadi istri sah Daddy kamu.” Jantung Ratu berdetak semakin cepat. “Dan dari pernikahan itu ...,” suara Inggrit mulai bergetar tipis, “kami dikaruniai se
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-07-23 อ่านเพิ่มเติม