Sankara menatap Ratu lekat. Keningnya berkerut tipis, sementara sorot matanya dipenuhi tanda tanya. “Kenapa?” tanyanya pelan. “Apa ... kamu sedang ada masalah dengan keluargamu?” Pertanyaan itu seolah menjadi pemicu runtuhnya pertahanan Ratu. Gadis itu segera memalingkan wajah, berusaha menyembunyikan matanya yang kembali memanas. Namun air mata tetap menggenang di pelupuknya. Sankara menghembuskan napas perlahan. Ia melangkah mendekat, lalu mengangkat tangan kanannya. Jemarinya menyentuh dagu Ratu dengan hati-hati, mengarahkannya agar kembali menatapnya. Begitu pandangan mereka bertemu, butiran air mata langsung jatuh satu per satu membasahi pipi Ratu. “Aku ...,” napasnya tersendat. “Aku gak mau ketemu sama mereka.” Kepalanya menggeleng lemah. “Gak mau ....” Tangisnya kembali pecah. Dengan tangan yang masih bergetar, Ratu mencengkeram kedua sisi kaus yang dikenakan Sankara seolah takut pria itu akan menjauh. “Tolong …,” suaranya lirih, nyaris tak terdengar. “Biarin aku ting
Last Updated : 2026-07-24 Read more