Inggrit menyandarkan punggungnya ke kursi makan, jemarinya melingkari gelas teh hangat yang mulai kehilangan uapnya. “Mama akhirnya tahu juga siapa Ratu,” ucapnya pelan, seolah sedang membicarakan sesuatu yang sudah lama mengusik pikirannya. Di seberangnya, Anggita yang masih sibuk meninjau berkas di layar iPad hanya melirik sekilas. “Segitunya, Ma?” tanyanya sambil menggeser beberapa dokumen. “Aku cuma bilang mungkin Ratu tipe perempuan yang disukai Sankara. Bukan berarti mereka punya hubungan.” Inggrit menghembuskan napas pelan. “Awalnya Mama juga berpikir kamu bisa belajar sedikit dari cara dia membawa diri.” Sudut bibirnya terangkat tipis, lalu menggeleng. “Tapi setelah Mama melihat lebih dekat, tidak usah. Menurut Mama dia masih terlalu kekanak-kanakan. Terlihat dimanja sejak kecil.” Gerakan jemari Anggita akhirnya berhenti. “Iya sih ...,” gumamnya pelan. “Sekilas memang kelihatan manja.” Inggrit mengangguk. “Wajar.” “Kenapa?” “Karena dia anak perempuan Radja.”
Last Updated : 2026-07-20 Read more