“Selamat malam, Om, Tante,” sapa Sankara sopan begitu memasuki ruang makan. Ia menganggukkan kepala kepada Kaisar dan Karin, lalu mengalihkan pandangannya pada perempuan muda yang duduk di samping Karin. “Halo.” Bianca membalas dengan senyum ramah. “Hai, Mas.” Suasana sempat dipenuhi keheningan singkat. Di sisi lain meja, Mahatma memperhatikan interaksi keduanya dengan senyum puas yang perlahan melebar. “Nah, akhirnya bertemu juga,” ujarnya santai. “Kenapa jadi canggung begitu? Apa karena ada orang tua di sini?” Sankara mengalihkan pandangan kepada ayahnya. “Tentu saja canggung, Pa. Ini pertama kalinya kami bertemu.” Ucapan itu membuat senyum Mahatma perlahan memudar. “Pertama kali?” ulangnya pelan. “Iya.” Mahatma mengernyit semakin dalam. “Kalau begitu ... selama ini kalian dekatnya bagaimana? Lewat telepon saja?” Kini giliran Bianca yang tampak kebingungan. Perempuan itu menatap Mahatma, lalu bergantian melihat Sankara. “Maaf, Om ...,” ucap Bianca hati-hati. “Maksud Om a
Last Updated : 2026-07-26 Read more