“Kok gak dibales lagi, sih?” gumam Ratu pelan sambil menatap layar ponselnya yang masih sepi. Jemarinya beberapa kali mengusap ruang obrolan dengan Sankara, berharap ada balasan baru yang muncul. Namun nihil. “Mungkin udah sampe kantor,” gumamnya lagi, mencoba menghibur diri sendiri. “Lagi sibuk kali, jadi belum sempet bales.” Ia menghembuskan napas pelan sebelum meletakkan ponselnya di atas nakas, kamar kembali sunyi. Ratu menatap langit-langit beberapa saat, lalu mengetuk pelan bibirnya dengan ujung jari telunjuk. “Mau ngapain, ya? Tidur lagi rasanya sayang, nanti mukaku bengkak tidur terus. Belajar juga gak gak mood,” ia bergumam pelan. Tiba-tiba sebuah ide terlintas di kepalanya. “Mas Naren!” Senyumnya langsung mengembang. Hari itu kakak keduanya sedang tidak ada penerbangan. Kesempatan langka yang tentu tak ingin ia lewatkan begitu saja. Tanpa membuang waktu, Ratu bergegas keluar kamar dan berjalan cepat menuju kamar Narendra. “Mas Naren,” panggilnya riang. Pintu kamar
최신 업데이트 : 2026-07-18 더 보기