Restoran mewah di lantai teratas hotel bintang lima itu telah dikosongkan atas perintah Damian. Hanya ada satu meja panjang di sudut ruangan yang menghadap langsung ke kerlip lampu kota Jakarta.Damian duduk di sana, menyesap minuman beralkoholnya dengan tenang, sementara Anthony berdiri tegak di belakangnya.Tak lama kemudian, Bambang dan Rita masuk dengan langkah ragu. Mereka mengenakan pakaian terbaik yang mereka miliki, yang dibeli dengan uang pemberian Clara, namun tetap tampak tidak pada tempatnya di ruangan semegah itu."Silakan duduk," ujar Damian tanpa bangkit dari kursinya. Suaranya datar, namun mengintimidasi.Bambang berdehem, mencoba mengembalikan keberaniannya. "Jadi, Pak Damian akhirnya sadar kalau kami ini penting? Kami sudah menunggu cek yang Anda janjikan kemarin.""Jangan terburu-buru, Pak Bambang. Nikmati dulu suasananya," balas Damian. Ia memberi isyarat pada pelayan untuk menuangkan air putih, bukan sampanye, ke gelas tamu-tam
Last Updated : 2026-06-06 Read more