Cahaya matahari pagi yang pucat menembus jendela kaca rumah sakit, namun tidak sedikit pun mengurangi rasa dingin yang menyelimuti koridor lantai VIP.Damian berdiri di depan pintu kamar 402, merapikan kemejanya yang baru saja diganti. Wajahnya tampak kaku, matanya merah karena kurang tidur, namun sorot matanya telah kembali tajam dan penuh kendali.Di dalam kamar, Angel berbaring dengan tumpukan bantal di belakang punggungnya. Ia tampak sedang menyesap jus jeruk dari gelas kaca, sementara televisi menampilkan berita hiburan.Begitu pintu terbuka dan sosok ayahnya muncul, Angel segera meletakkan gelasnya dan mengubah ekspresi wajahnya menjadi sayu. Ia menarik selimut hingga ke dada, menutupi perban di pergelangan tangannya.“Papa...” suara Angel terdengar lemah, hampir seperti bisikan. “Papa baru kembali? Aku takut sekali semalam.”Damian tidak menjawab. Ia berjalan mendekat, namun tidak duduk di kursi samping tempat tidur. Ia berdiri di ujung ranjang, menatap monitor jantung yang men
最終更新日 : 2026-05-05 続きを読む