"Simon, semua ini karena kamu. Kamu yang berutang pada Hans!"Simon menundukkan kelopak matanya.Menyembunyikan rasa sakit di balik matanya, senyum sinis kemudian muncul di bibirnya."Jadi, demi membuka jalan bagi Hans, kamu pertama-tama membuat Hans mengaku sebagai penyelamat, lalu menyuruhku pergi ke Kota Halsa agar masalah ini terlupakan.""Atau, lebih tepatnya sejak awal, jatuhnya Nayla ke danau itu memang bagian dari rencanamu?"Yuna sangat emosional.Dia sudah tidak berharap bisa keluar.Kebencian di dadanya, semuanya dia padatkan menjadi satu."Kamu sangat pintar! Simon, andai saja kamu itu memang anakku dengan Hedy?"Matanya memerah, suaranya menyeramkan. "Kalaupun kamu bisa menebak dengan benar, apa gunanya?""Sampai hari ini, Nayla belum tahu kamulah yang menyelamatkannya saat itu, ya 'kan?""Bahkan kalau kamu mengaku padanya, nggak ada gunanya. Kalung dengan liontin giok yang kamu pakai saat itu sudah lama kucuri diam-diam. Hahaha, Nayla nggak akan percaya kamu penyelamatnya
Read more