"Kamu!"Shania menahan air matanya, lalu mengangkat mata merahnya menatap Sandra.Sosok Sandra yang mengenakan jas putih itu tampak intelektual dan elegan."Nona Shania, jangan terlalu emosional, nggak baik untuk kondisimu sekarang."Shania tiba-tiba mencibir."Jangan emosional? Kamu datang ke sini, pasti bukan untuk menghiburku, 'kan?"Sandra tersenyum tipis.Dia tidak mengakui, juga tidak menyangkal.Shania mengangkat selimut dan turun dari tempat tidur, berdiri di hadapan Sandra sambil mengamati ekspresi wajahnya dengan lekat."Aku yakin, kamu pasti sedang mengejekku dalam hati karena aku jadi seperti ini, ya 'kan?"Wajah Sandra tetap tenang, matanya tetap menatapnya dengan lembut. "Nona Shania, jangan berpikir terlalu jauh. Aku datang menjengukmu karena peduli padamu. Kalau kamu nggak senang, aku bisa pergi sekarang."Shania menatapnya tajam.Sandra menunggu beberapa detik, lalu berbalik hendak pergi.Tiba-tiba, Shania mencengkeram pergelangan tangannya.Sandra terkejut sejenak.Ra
Read more