Ucapan Asisten Ben yang belum selesai terputus oleh dering ponsel Nayla.Simon yang menelepon. Setelah Nayla mengangkatnya, terdengar suara magnetis dan lembut dari seberang, "Sudah lihat ruang kerjanya? Suka?"Sudut bibir Nayla pun langsung terangkat, "Kamu menatanya dengan sangat baik, aku sangat suka, terima kasih.""Bagus kalau kamu suka. Kalau ada bagian lain yang perlu diubah, katakan saja pada Asisten Ben, suruh mengaturnya." Nada bicara Simon penuh kasih sayang, sangat mudah disalahpahami.Terutama suaranya yang lembut dan magnetis, terdengar sangat merdu, seperti nada rendah cello yang menyentuh hati Nayla.Seolah Simon sedang mengembuskan napas hangat di telinga Nayla, membuat jantung Nayla tiba-tiba berdetak lebih cepat, rona merah yang tidak bisa dia lihat muncul di pipinya."Sudah diatur dengan sangat baik, nggak ada yang perlu diubah."Nayla buru-buru mencari alasan untuk menutup telepon, "Kamu sibuk saja dulu, aku nggak akan ganggu."Setelah bicara demikian, dia segera m
Read more