"Gipsnya bisa dilepas beberapa hari lagi. Apa kamu mau begini terus selamanya?"Amanda tiba-tiba menyadari.Ternyata, dia sedang membicarakan gipsnya."Nggak. Aku sudah mau melepasnya sejak lama. Aku akan datang menemuimu beberapa hari lagi untuk melepasnya.""Oke, silakan lanjut."Mario mengangguk, menarik pandangannya, dan pergi.Pintu lift tertutup kembali.Amanda memikirkan sikap Mario tadi, menghadapnya dengan sangat anggun dan menawan.Hatinya benar-benar tertawan.Terutama senyum di bibir dan matanya, sungguh sulit dilupakan, sangat memikat.Perawatnya berdiri di belakangnya, mengamati sebentar dan bergumam dengan senyum, "Dokter Mario memang keren, ya? Sudah tampan, lembut pula."Amanda tersenyum seperti orang yang mabuk kepayang. "Benar, dia tampan dan lembut.""Aku penasaran dia sudah punya pacar atau belum. Siapa pun yang bisa mendapatkan hati Dokter Mario pasti sangat beruntung. Ya 'kan, Nona Amanda?""Ya, dia masih lajang ...."Amanda tergagap, pipinya merona malu, menoleh
閱讀更多