Nayla terharu, dan senyum yang lebih cerah merekah di bibirnya. "Oke, oke. Kalau begitu aku akan mempercayaimu sekali lagi."Simon melingkarkan lengan di leher Nayla, menariknya ke bawah untuk mencium bibirnya dengan erat. Saat mencium, suaranya berbisik."Selamat, ini adalah pilihanmu yang paling bijak."Bibir Nayla bengkak akibat ciuman itu, dan masih sangat bengkak saat dia bercermin di rumah.Kini, setiap dia memikirkan Simon, semua rasa bersalah dan kesedihan telah lenyap, digantikan oleh kehangatan yang nyaman di dadanya.Pagi berikutnya, dia dan Fabian bersiap dan berangkat bersama ke lokasi lelang.Dalam perjalanan, Simon mengirim pesan kepadanya.[Jangan gugup. Percayalah pada dirimu sendiri.]Simon selalu memberikan motivasi dan keyakinan yang sangat tepat waktu. Bibir Nayla tanpa sadar terangkat.[Tunggu kabar baik dariku. Kamu juga jangan lupa minum obat.][Aku tunggu.]Dua kata sederhana, tapi penuh kekuatan yang luar biasa.Nayla kini penuh percaya diri, tidak hanya untuk
Read more