Tapi, sebelum Simon sempat bertanya lebih lanjut, Nayla berkata, "Aku masih ada kerjaan, teleponnya kututup dulu."Tanpa menunggu jawaban Simon, dia langsung menutup telepon.Mendengar bunyi telepon ditutup, alis Simon semakin berkerut.Dia bersandar di kursinya, jari-jarinya yang panjang dan ramping mengetuk-ngetuk meja, tenggelam dalam pikiran.Beberapa detik kemudian, dia menelepon Mario."Gimana kondisi Amanda?"Mario baru saja selesai memeriksa seorang pasien dan kembali ke kantornya, lalu duduk dengan ekspresi terkejut."Sudah nggak apa-apa, 'kan? Aku tanya ke dokter yang merawat, bisa dipastikan nggak ada masalah, cuma dia bilang memang ada yang aneh."Kerutan di dahi Simon menghilang, dan dia tampak cukup tertarik dengan pernyataan itu."Apanya yang aneh?"Mario terdiam sejenak, bibirnya terkatup rapat. Suaranya yang tenang kini diselimuti rasa heran."Dia bilang pipi Amanda lebam seperti bekas dicubit terlalu keras.""Obatnya juga tersangkut di kerongkongan dan rongga hidung,
閱讀更多