Air matanya masih mengalir, hatinya campur aduk antara haru dan gembira.Tidak sia-sia dia menunggu selama ini, Kakek akhirnya bangun.Tapi, dia masih merasa seolah-olah sedang bermimpi."Oke, oke, terserah kamu. Siapa suruh Kakek menyayangimu?"Kakek Dio tersenyum riang, memandang wajah yang meski tampak lelah dan kurus, kini dipenuhi kegembiraan dan kasih sayang."Kamu kesayangan Kakek.""Lakukan saja apa pun yang kamu inginkan, asal kamu bahagia ....""Cucuku nggak boleh sedih dan menderita."Kakek Dio bergumam pelan, gerakannya semakin lembut, dan kelopak matanya terasa berat.Sambil berbicara, dia tertidur.Melihat kakeknya tertidur, Nayla bangkit dan keluar dari ruangan bersama Profesor Waluyo untuk menanyakan kondisinya."Pak Dio memang sudah bangun, tapi dia koma cukup lama, jadi masih sangat lemah.""Beberapa hari ini, biarkan dia istirahat total. Perhatikan juga makanannya, jangan makan terlalu banyak sekaligus, apalagi makanan yang terlalu kaya gizi."Nayla baru merasa yakin
Read More