Tubuhnya jatuh tersungkur dalam genangan darah.Melihat hal itu, Hans ketakutan hingga mundur beberapa langkah, wajahnya pucat pasi hingga nyaris terjatuh.Sesuatu terlintas di benaknya, dan dia segera berlari.Lagi pula, memangnya kenapa kalau Simon itu kakaknya?Nyawa hanya ada satu, dan dia tidak bisa berbuat apa-apa.Hans masuk ke mobil, cepat-cepat menyalakan mesin dan melaju pergi.Sementara itu, Nayla berlari keluar dengan panik, jantungnya serasa hampir copot. Dia menatap orang yang tergeletak di tanah selama beberapa detik, lalu langsung melompat ke pelukan orang di sampingnya."Simon, aku takut setengah mati, tahu nggak!" Wajah Nayla pucat pasi karena ketakutan. Baru sekarang hatinya sedikit tenang, tapi jantungnya masih berdebar kencang.Seolah-olah akan melompat keluar dari tenggorokannya.Simon memeluknya dengan satu tangan, membelai kepalanya, mata hitam pekatnya penuh dengan rasa bersalah."Jangan takut, aku baik-baik saja."Nayla menarik napas dalam-dalam, bersandar di
Read more