Sensasi geli itu membuat Nayla merinding.Nayla memalingkan tubuh untuk menghindar, tapi malah dipeluk lebih erat. Simon pasti sengaja, dengan napas yang semakin dekat, menyentuh bagian belakang telinganya.Rasanya sangat geli hingga membuat Nayla tertawa lepas."Aku cuma mengkhawatirkanmu. Sudah, sudah, aku geli." Nayla mendorongnya dengan keras, pipinya memerah karena tertawa.Wajahnya merona, senyumnya cerah, seperti bunga yang mekar indah di bawah sinar matahari.Keindahannya begitu memukau.Simon menelan ludah, mata gelapnya menjadi panas, napasnya seolah-olah semakin berat tanpa disadari."Nayla ...."Simon mendekat, suaranya yang serak memancarkan kelembutan, penuh dengan isyarat.Nayla terkejut.Ini rumah sakit!Meskipun kamar ini VIP, tapi dia tetap merasa malu.Tapi, seketika itu juga, tubuhnya didorong ke atas ranjang.Bayangan tubuh tinggi itu membayanginya, menutupi tubuhnya. Nafsu yang kuat menyelimutinya."Simon, jangan main-main begini." Nayla menegur, matanya dingin da
Read more