"Dia dan Yuna sudah menuai akibat perbuatan mereka. Sedangkan Hans, aku akan segera mengurus masalah identitasnya."Simon tersenyum tipis dan justru menghibur Nayla.Nayla sudah jauh lebih tenang. Hatinya yang semula melonjak pun perlahan-lahan mereda.Tapi, dia masih belum tenang sepenuhnya."Kalau kakek tahu tentang Hans, apa dia ...."Dia bertanya ragu, terpotong di tengah, tapi Simon sudah mengerti maksudnya."Jangan khawatir, aku tadi siang sudah jujur dengan kakek. Dia memang marah, tapi untungnya nggak sampai mengganggu kesehatannya."Mata Nayla tiba-tiba menyala. Kakek sudah tahu?"Ternyata dia yang terakhir tahu.Dia mengerutkan kening, lalu memukul dada Simon dengan pelan, hanya menimbulkan rasa geli.Nayla menegur, "Kalau aku nggak tanya, sampai kapan kamu mau menyembunyikannya dariku?"Simon membiarkan dirinya dipukul. Matanya fokus menatapnya, gelap pekat tapi lembut."Aku sudah mau cerita habis mandi. Awalnya, kukira kamu nggak mau denganku lagi, nggak mau mencintaiku lag
Read more