"Ayo, malam ini kita minum sampai mabuk."Amanda mengangkat gelasnya, hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa.Dia bahkan tidak sedikit pun menatap Mario yang duduk di sampingnya.Melihat Amanda sudah habis minum, Nayla bertanya dengan penuh perhatian, "Amanda, kamu nggak ada jadwal kerja besok? Kalau ada, jangan minum banyak-banyak."Amanda mudah mengalami edema, yang memengaruhi penampilannya di kamera.Dia tahu apa yang dikhawatirkan Nayla, lalu tersenyum dan berkata, "Nggak apa-apa, pekerjaan besok bisa ditunda. Aku sudah bicara dengan manajerku, aku harus menemanimu merayakan malam ini."Nayla merasa tersentuh, senyumnya semakin cerah dan memesona."Kamu memang yang terbaik."Friska sedikit cemberut, pura-pura marah. "Terus aku? Aku nggak cukup baik?""Kak Friska tentu saja juga baik, tapi aku dan Amanda sudah berteman lama. Dia sahabat terdekatku," ucap Nayla dengan tulus.Amanda tiba-tiba merasa terharu, matanya terasa panas."Tetap saja, sayangku yang terbaik."Amanda tersenyum s
Baca selengkapnya