Sebelum tiga orang itu sempat berbicara, Renata sudah lebih dahulu marah. "Kalian berdua kenapa sih? Kena delusi dianiaya ya?""Mengakui leluhur dan diakui kembali dalam silsilah keluarga itu soal hubungan darah. Apa lagi yang perlu diragukan?" sahut Wisma sambil menggeleng.Isyana tiba-tiba merasa bahwa pengakuan keluarga yang datang mendadak ini kemungkinan besar ada hubungannya dengan Arlo. Keluarga Hanafi jelas tidak punya apa-apa yang layak diperebutkan. Namun Arlo? Dia sudah melihat sendiri kemampuan Arlo.Saat mereka masih berbicara, terdengar suara ketukan pintu. Isyana segera berlari membukakan. Ketika pintu dibuka dan memang Arlo yang datang, Isyana langsung memberi isyarat dengan tatapan mata, lalu menggeleng pelan.Arlo mengangguk ringan, menandakan bahwa dia mengerti. Kemudian, dia masuk ke ruang tamu, menyapa Wisma dan Victor terlebih dahulu, baru memandang tiga orang yang duduk di sofa.Victor segera memperkenalkan mereka, "Ini Yolanda, Jaguar, dan Lukito, dari Klan Hana
Baca selengkapnya