"Mana mungkin ... Pak Maulana itu siapa? Mana mungkin kenal Arlo,apalagi kasih tahu dia kebijakan yang masih dirahasiakan ...," bantah Isyana secara refleks.Lidya ragu sejenak. Entah kenapa, tiba-tiba dia tidak ingin memberi tahu Isyana bahwa di Hotel Selesti tadi, dia melihat sendiri tamu VIP yang dijamu Maulana adalah Arlo.Di ruang tamu, Arlo sudah kehilangan kesabaran untuk menjelaskan lebih jauh. Dia berkata, "Kalian atur saja sendiri. Apa yang harus aku bilang, sudah kusampaikan."Selesai bicara, dia berdiri dan bersiap untuk pergi."Dasar omong kosong! Kalau aku nggak periksa sendiri, aku lebih percaya Pak Arman ketimbang kamu!Mulai sekarang, Pak Arman adalah dewa uang keluarga kita. Kalau suatu hari kamu menyinggung dia, aku nggak akan ampuni kamu!" bentak Renata dengan garang, seolah berharap Arlo dan Isyana cepat bercerai agar dia bisa bebas mengejar menantu kaya pilihannya.Arlo tidak menoleh lagi dan langsung pergi.Victor buru-buru mengejar. "Arlo, kamu sekarang tinggal
Magbasa pa