Adrian bertanya, "Buana, apa bocah itu nggak datang ke perusahaanmu?"Saat ini, Buana menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Namun, dia yang kepikiran ide brilian menyahut, "Dia baru pergi."Adrian yang terkejut bertanya lagi, "Ha? Kamu membiarkannya pergi?"Buana tertawa dan menjawab dengan tenang, "Faris menelepon, tentu saja aku harus menghormatinya."Setelah berjeda sejenak, lalu melanjutkan, "Belakangan ini aku ada urusan penting. Aku mau pergi ke luar negeri, jadi aku nggak ikut campur urusan selanjutnya untuk sementara waktu.""Jadi, kamu juga nggak bisa membereskan masalah Chairil?" tanya Adrian.Buana menjelaskan, "Nggak bisa. Faris disokong Pak Omran. Bagaimanapun, aku harus menghormatinya. Sudah dulu ya!"Buana mengakhiri panggilan telepon, lalu mendesah. Dia bukan berniat menjebak Adrian, tetapi dia tidak berani membeberkan kebenarannya setelah menyinggung Arlo yang mengerikan. Takutnya Arlo menganggap Buana membocorkan informasi dan langsung melenyapkannya.Sementara itu,
Baca selengkapnya