"Ya, ini aku, Paman Fikri! Kunci mobilnya mana? Aku bantu Paman kirim barang. Aku jamin pasti sampai tepat waktu!" kata Arlo sambil tersenyum."Kamu ... kamu kok datang ke sini? Masa aku nyusahin kamu buat antar barang?" Fikri tampak ragu.Arlo adalah teman baik putranya. Waktu libur musim panas kelas tiga SMA, kedua anak itu sempat membantu di tokonya.Selama lebih dari dua bulan liburan, Arlo meninggalkan kesan mendalam baginya. Cepat, cekatan, pintar. Dia sangat menyukai Arlo.Hanya saja, kemudian dia mendengar Keluarga Antasari mengalami musibah. Mereka sekeluarga sempat bersedih cukup lama.Tak disangka, setelah beberapa tahun, dia melihat Arlo lagi. Meskipun kini tampak lebih dewasa dan tenang, senyumannya masih persis seperti yang ada di ingatan Fikri."Tenang saja, Paman Fikri! Aku punya SIM, nggak bakal ada masalah." Arlo menepuk dadanya dengan percaya diri.Fikri ragu sejenak, lalu menyerahkan kunci mobil kepada Arlo sambil berbisik, "Jangan ngebut. Kalau nggak sampai tepat w
Baca selengkapnya