Isyana terdiam lama sebelum akhirnya berkata, "Kamu benar-benar menyukainya?""Ya!" jawab Sheila dengan lugas, tegas, dan penuh keyakinan."Pria gagah dan berani seperti itu, siapa yang nggak suka? Punya cara, punya kemampuan, punya prinsip. Kamu nggak menyukainya?"....Di Asteria, rumah Keluarga Sukendro.Zainal duduk di kursi roda, tatapannya yang dalam menembus jendela. Kekalahan di Kota Naldern membuatnya tidak rela. Omran yang sudah pensiun itu ternyata bisa bangkit lagi dengan mengandalkan seorang anak muda!Dia tidak akan mengakui kekalahan ini begitu saja. Dengan perhitungan jangka panjang dan rencana baru, dia ingin 13 Pendekar kembali menguasai wilayah selatan. Kota Naldern pun tak terkecuali!Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa."Tuan, celaka!" Kepala pelayan bergegas masuk dengan wajah panik.Zainal mengerutkan kening. "Kenapa panik seperti itu? Ada apa?"Kepala pelayan itu berkata dengan cemas, "Tuan Ian diam-diam masuk ke Kota Naldern, menculik istr
Read more