Di kediaman Keluarga Hanafi, wajah cantik Isyana dipenuhi rasa putus asa.Jauh di lubuk hatinya, dia adalah perempuan yang sangat konservatif. Kalau tidak demikian, dulu dia tidak mungkin menuruti Victor dan menikah dengan Arlo.Dalam pandangannya, pernikahan bukanlah permainan. Bukan sesuatu yang bisa dilakukan sesuka hati, bukan menikah lalu bercerai hanya dengan satu ucapan.Setelah penyakit Arlo sembuh, dia mengatakan bahwa mereka bisa saling mengenal kembali, memulai ulang, seperti yang sering diceritakan dalam buku. Menikah dulu, lalu jatuh cinta.Dia sempat berharap. Siapa sangka, setelah itu justru terjadi begitu banyak kesalahan dan kesalahpahaman. Dia pernah menyesal, pernah meminta maaf, tetapi tetap saja mereka berdua semakin menjauh.Sampai akhirnya, Sheila mengatakan bahwa dia mencintai Arlo!Saat itu, Isyana merasa bahwa proses saling memahami yang dia tunggu-tunggu tidak akan pernah datang lagi. Namun, mengapa ketika kata cerai benar-benar terucap, rasanya tetap begitu
Read more