Barra terdiam sejenak, lalu berkata, "Isyana, aku sarankan kamu jangan ikut campur. Untuk apa kamu repot-repot membela pria yang main wanita di luar sana?""Biarkan saja dia masuk penjara. Bukankah lebih baik kalau kamu cerai, lalu cari pria lain? Di antara teman sekelas kita, banyak yang lebih sukses darinya dan masih tertarik padamu."Isyana langsung memotong ucapannya, suaranya menjadi tegas. "Pasti ada hal lain di balik ini. Arlo nggak mungkin memukul orang tanpa alasan. Kalian menerima kasus ini, tentu tahu lebih banyak. Kalau ada syarat, sebutkan saja!"Di seberang sana, Barra berkata dengan nada penuh arti, "Ternyata kamu sudah makin dewasa. Begini saja, ada atau nggak ada latar belakang sebenarnya nggak penting. Mereka punya saksi, juga rekaman video."Isyana langsung memahami. Masalahnya ada pada saksi dan video. Dia terdiam sejenak, lalu berkata pelan, "Kalian pengacara, pasti sudah bertemu saksi itu."Barra tertawa kecil. "Pintar."Isyana berkata langsung, "Aku ingin bertemu
Read more