Renata tampak sangat kesal, dalam hati juga setuju dengan pendapat Hendy dan Daniel. Sayangnya, dia tidak bisa mengendalikan Arlo.Melihat Renata goyah, Daniel tersenyum dan terus membujuk, "Aku tahu, anak muda apalagi yang sudah punya sedikit pencapaian, semua ingin dihormati. Nanti pulang, Bibi ceritakan kepada Arlo tentang pemandangan hebat hari ini, orang-orang penting, dan wibawa Hendy, lalu cari kesempatan lagi buat bujuk dia ya?"Renata cukup berterima kasih. "Daniel, kamu perhatian sekali!"Menghadapi kesempatan seperti ini, dia tidak tega melepaskannya dan menggertakkan gigi. "Arlo ini keras kepala sekali. Punya sedikit prestasi langsung angkuh, nggak tahu siapa yang baik padanya, nggak menghargai. Nanti setelah upacara selesai, aku akan menemuinya. Bagaimanapun juga harus membujuknya."Victor menepuk lengan istrinya, meminta dia jangan ikut campur.Isyana juga mengerutkan alis. "Ibu, Arlo punya pikirannya sendiri, jangan ikut campur!"Renata bersikeras. "Aku ini ibu mertuanya
Read more