Awalnya, rapat mobilisasi itu memang akan memaksa setiap pihak untuk mengambil posisi.Bahan obat yang Arlo butuhkan bukanlah jenis langka. Cakra percaya dia masih bisa menyiapkan stok secara diam-diam, tetapi setelah muncul di muka umum, siapa yang berani tetap menyalurkan barang?"Tapi kamu punya Air Suci, mungkin masih ada yang mau berdiri di pihakmu," ucap Cakra setelah berpikir.Mendengar itu, Arlo hanya bisa tersenyum tipis. Tampaknya di mata semua orang, satu-satunya yang bisa diperlihatkan Arlo hanyalah Air Suci.Keduanya berjalan menuju alun-alun pasar. Ketika sampai di sana, rapat mobilisasi baru saja selesai, para pemilik toko bersiap pulang.Teman Cakra, Nino, juga ada di sana. Dari kejauhan, dia melihat Cakra dan Arlo, lalu segera mendekat.Setelah mendengar rencana penyaluran, Nino sedikit ragu, lalu mengangguk. "Dua bahan obat itu aku punya. Aku akan minta gudang menyiapkannya sekarang."Arlo tersenyum tipis. "Kamu nggak takut akan menjadi target serangan mereka?"Nino m
Ler mais