Saat berbicara, Zaem sudah mengejar Kartono. Satu serangan cakar melesat, tepat menghantam punggung lawan.Jirana sangat marah. Dua muridnya sudah dilukai oleh Zaem, ditambah lagi Arlo membuatnya malu besar.Sehebat apa pun pengendalian dirinya, saat ini dia tak bisa menahan amarah. Dia mengentakkan kaki dan langsung menyerang ke arah Zaem.Di sisi lain lapangan latihan, Bagas dan Jarwa sedang berjalan masuk bersama beberapa orang dari Gorasa.Melihat situasi itu, Bagas langsung berteriak, "Berhenti!"Namun, dalam amarahnya, gerakan Jirana hanya terhenti sejenak, lalu dia tetap melanjutkan serangannya ke arah Zaem.Zaem melompat menjauh, menciptakan jarak.Bagas mendengus dingin, jelas menahan amarah. Dia dan Jarwa saling memandang.Jarwa langsung mengentakkan kaki, melesat dari tempatnya seperti peluru meriam, menyerbu ke arah Jirana.Zaem tentu tidak berani melawan grandmaster. Dia langsung melarikan diri ke belakang Jarwa.Wajah Jarwa menjadi suram. Jirana jelas tidak menghormatinya
Read more