Anne masih ragu-ragu, tetapi Arlo sudah melambaikan jarinya ke arah Zaem. "Bukan aku yang nggak mau mengobati, tapi dia yang keberatan! Ayo, kita pergi!"Setelah berkata begitu, Arlo benar-benar langsung berbalik dan pergi, seolah-olah ruangan ini ada hantunya.Baru saat itu Zaem sadar, sejak masuk tadi Arlo memang tidak berniat mengobati wanita asing ini, jadi dia sengaja berbicara seenaknya.Orang seperti Arlo yang biasanya tidak takut apa pun ternyata juga bisa punya hal yang dia hindari?Zaem langsung menjadi penasaran, sebenarnya kutukan apa yang menimpa Anne ini. Arlo melangkah cepat menuju pintu, jelas tidak ingin membuang waktu.Namun, sebelum mereka sempat berjalan jauh, Evans segera bersuara untuk menghentikan mereka. "Pak Arlo, tunggu sebentar!"Arlo baru saja hendak mengatakan bahwa pasiennya tidak setuju maka dia tidak bisa mengobati, tetapi tak disangka wajah cantik Anne tiba-tiba memerah. Sambil menggigit bibir merahnya, dia berkata, "Aku mau coba!"Arlo terpaksa berhent
Read more