Isyana mungkin sejak masa gadis sudah membayangkan seperti apa pangeran impiannya. Di dalam hatinya, pasti lebih dari sekali dia berpikir ingin menikah dengan seseorang yang saling memahami dan saling mencintai.Bukankah Arlo juga begitu? Saat muda ingin mencari wanita cantik, lalu ketika dewasa, selain cantik juga harus lembut, perhatian, mengerti dirinya dan menghormatinya, dengan berbagai kriteria.Namun, pertemuan dan keterikatan mereka malah terjadi dengan cara yang paling tidak mereka setujui. Ditambah lagi ada begitu banyak kesalahpahaman setelahnya, hingga akhirnya mereka semakin menjauh."Aku lagi nanya kamu, bocah! Baru duduk sudah melamun?" Victor menepuk kepala Arlo.Arlo baru tersadar, lalu tersenyum canggung, "Ayah, nggak usah terlalu khawatir sama aku. Urusanku akan aku tangani sendiri!"Sambil berkata demikian, dia mengeluarkan botol obat berisi sepuluh Pil Pemelihara Energi dan Pil Energi, lalu berkata, "Obat ini bagus untuk kesehatan dan memperpanjang umur. Minum satu
Read more