Arlo membuka matanya lalu tersenyum, "Tentu saja, aku juga harus pergi menemui ayah kita!"Pipi Isyana langsung memerah tipis saat mendengar Arlo memanggil "ayah" dengan begitu lancar. Entah kenapa, dia kembali teringat kemesraan mereka semalam. Dalam sekejap, hatinya terasa begitu lembut.Hanya saja, saat pesawat semakin mendekati Naldern, Isyana mulai merasa gelisah.Setelah kembali ke sini, apakah Arlo juga akan kembali ke pelukan hangat Sheila dan Fellis? Apakah mereka masih bisa seperti dulu?Untuk sesaat, muncul dorongan dalam hatinya. Sudahlah, biarkan saja. Tidak peduli bagaimana dia di luar sana, selama saat bersama dirinya mereka saling mencintai, itu sudah cukup.Namun, ajaran dan pemahaman yang sejak kecil tertanam dalam dirinya kembali muncul mengejeknya. 'Kamu benar-benar budak cinta, ya? Sampai rasa malu juga sudah nggak ada? Beberapa wanita melayani satu pria, bukankah itu sama saja membuang harga diri?'Setidaknya, dalam pendidikan yang dia terima, seorang wanita harus
Read more